Alhamdulillah tepat dua hari yang lalu adalah genap usiamu pada 1,5 tahun dari 24 April 2011. Ingin sekali menuliskan hari-harimu sejak kamu lahir hingga sekarang. Menuliskan bagaimana kamu mulai keluar dari rahim ibumu, pertama kali langkah kakimu dan sekarang pertama kali dirimu memulai untuk belajar sholat jama'ah. Ya, blog ini saya mulai dari harimu belajar untuk ikut sholat jama'ah di masjid.
Salman, itulah panggilanmu setelah nama lengkapmu diputuskan, dahulu saya dan ummuka memanggilmu muhammad ketika nama salman belum diputuskan. Salman soal nama nanti saya jelaskan pada catatan-catatan berikutnya, untuk sekarang sekedar menceritakan bagaimana dirimu memulai belajar sholat jama'ah di masjid.
Salman, saya terinspirasi oleh seorang ustad di Kediri, dahulu saya sangat akrab dengan beliau, dan karena beliau pula hidayah Allah datang kepada saya. Beliau mempunyai anak laki-laki (entah berapa anak laki-laki beliau) yang sudah sejak dini dibiasakan diajak ke masjid, ketika sudah beranjak pada masa sekolah, anak-anak beliau sudah rajin rutin untuk datang ke masjid untuk semua sholat wajib. Salman, beliau patut dicontoh dan beliau juga sejak mendapatkan hidayah tak pernah meninggalkan masjid untuk sholat jamaah.
Teringat pula bagaimana Rasulullah saw sujud lama yang oleh para sahabat diduga Rasulullah saw menerima wahyu, ternyata beliau sujud lama dikarenakan sedang dinaikin oleh cucunya (Hasan/Husain) untuk bermain kuda-kudaan.
عَنْ شَدَّادِ اللَّيْثِي قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ فِي إِحْدَى صَلاتَيْ العَشِيِّ الظُّهرِ أَوِ العَصْرِ وَهُوَ حَامِلُ حَسَنٍ أَوْ حُسَيْنٍ فَتَقَدَّمَ النَّبِيُّ ص فَوَضَعَهُ ثُمَّ كَبَّرَ لِلصَّلاَةِ فَصَلىَّ فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَي صَلاَتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا. قَالَ: إِنِّي رَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا الصَّبِيُّ عَلىَ ظَهْرِ رَسُولِ اللهِ ص وَهُوَ سَاجِد. فَرَجَعْتُ فيِ سُجُوْدِي. فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللهِ ص الصَّلاَةَ قَالَ النَّاسُ: ياَ رَسُولَ اللهِ إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَي الصَّلاَةَ سَجْدَةً أَطَلْتَهَا حَتىَّ ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ. قَالَ: كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتىَّ يَقْضِيَ حاَجَتَهُ – رواه أحمد و النَّسائي والحاكم
Dari Syaddan Al-Laitsi r.a berkata,”Rasulullah SAW keluar untuk shalat di siang hari entah dzhuhur atau ashar, sambil menggendong salah satu cucu beliau, entah Hasan atau Husain. Ketika sujud, beliau melakukannya panjang sekali. Lalu aku mengangkat kepalaku, ternyata ada anak kecil berada di atas punggung beliau SAW. Maka Aku kembali sujud. Ketika Rasulullah SAW telah selesai shalat, orang-orang bertanya,”Ya Rasulullah, Anda sujud lama sekali hingga kami mengira sesuatu telah terjadi atau turun wahyu”. Beliau SAW menjawab,”Semua itu tidak terjadi, tetapi anakku (cucuku) ini menunggangi aku, dan aku tidak ingin terburu-buru agar dia puas bermain. (HR. Ahmad, An-Nasai dan Al-Hakim)Rasulullah saw telah mencontohkan bagaimana membina anak supaya rajin untuk sholat jama'ah, meskipun masih suka bermain dan belum memahami arti sholat. Salman, saya ingin meneladani Rasulullah saw dan ustadz tersebut, supaya engkau ketika sudah besar dan sudah memiliki kewajiban sholat tidak merasa berat melakukannya khususnya untuk sholat jamaah.
Kenapa sholat jamaah?, bukannya melaksanakan sholat wajib aja itu sudah cukup menggugurkan kewajiban?. Salman, sholat wajib dengan jamaah di masjid itu jauh lebih utama, bahkan di beberapa hadits dijumpai hukumnya wajib bagi seorang laki-laki.
Hari pertamamu ke masjid tepat di masjid sebelah rumah teman (Idrus Firmansyah) di Cianjur, Alhamdulillah dirimu senang diajak ke masjid, dan masyarakat sekitar juga tidak mempermasalahkan anak kecil ikut ke masjid, bahkan ada beberapa anak kecil yang digendong ayahnya ke masjid. Tingkahmu lucu, sambil ngoceh-ngoceh, jalan ke ruangan masjid ketika saya masih sholat, berdiri di depan saya sambil tangan diangkat untuk takbiratul ikram. Yang lebih lucu lagi ketika duduk Attahiyad akhir, kamu mencium bibir saya kemudian membuka-buka kelopak mata saya supaya melek.
Hari kedua di masjid Al Fajar dekat rumah kontrakan kita, seperti biasa salman senang diajak namun ada salah satu pengurus masjid tersebut tidak senang ada anak kecil mungkin takut buang air kecil di masjid.
tingkahmu masih lucu dan hampir sama seperti di hari pertamamu. Pada sholat maghrib dan Isya' kamu malah yang tidak sabar ingin ke masjid, padahal saya masih siap-siap menggunakan sarung dan baju koko.
Sungguh senang hati ini dan ummuka, meskipun kamu masih belum mengerti gerakan sholat dan belum mengikuti gerakan sholat. Memang saya akui masih ada rasa was-was ketika mengajak sholat ke masjid, was-was terhadap sikap orang-orang sekitar yang tidak suka ada anak kecil ke masjid. Semoga ini cuma bentuk ke khawatiran.
Saya dan ummuka cuma berharap semoga kami bisa istiqomah mengajak kamu sholat jamaah ke masjid hingga kamu sudah menyadari kewajiban-kewajibanmu.. Aamiin
Ya Allah mudahkan kami dan anak kami dalam melaksanakan perintahMu dan menjauhi laranganMu..Aamiin